FEEDJIT Live Traffic Map

Rabu, 03 Februari 2010

Digital tv

disalin dari kaskus.us

Siaran televisi digital Indonesia sudah bisa dinikmati konsumen atau sesuai target semula yang akan diujicobakan pada Maret 2009 di kawasan Jabodetabek.
“Era TV digital sudah di ambang pintu, mari kita menyambutnya menjadikannya sebagai pemicu yang baik,” kata Direktur PT Konsorsium Televisi Digital Indonesia (KTDI), Supeno Lembang, di Jakarta, Selasa (3/3).
Pihaknya yang merupakan konsorsium hasil kerja sama antar-enam televisi nasional Indonesia yaitu ANTV, MetroTV, SCTV, Trans7, TV7, dan TVOne mengundang PT Hartono Istana Teknologi pemilik merek dagang Polytron untuk turut menyosialisasikan dan menyebarkan TV digital.
PT Hartono Istana Teknologi selaku produsen eletronik dalam negeri telah memproduksi rangkaian produk inovatif berupa TV Digital Polytron dan Polytron Set Top Box untuk mendukung hal itu. Televisi digital Polytron merupakan sebuah televisi yang telah menyisipkan teknologi digital ke dalamnya untuk menerima siaran televisi DVB-T tanpa perlu menggunakan perangkat tambahan lagi.
Sedangkan Polytron Set Top Box adalah sebuah perangkat tambahan untuk menerima sinyal digital yang dipancarkan oleh sistem DVB-T yang kemudian diubah ke dalam sinyal analog agar dapat ditampilkan pada monitor TV analog.
Siaran televisi digital atau penyiaran digital sendiri merupakan jenis siaran televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal video, audio, dan data ke pesawat televisi.
Televisi digital dikembangkan karena perubahan lingkungan eksternal, yaitu pasar TV analog sudah jenuh dan karena adanya kompetisi dengan sistem penyiaran satelit dan kabel. Di Indonesia, penerapan sistem siaran televisi digital telah diatur sejak pemerintah menerbitkan keputusan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No.27/P/M.Kominfo/8/2008 tentang uji coba lapangan penyelenggaraan siaran televisi digital. Di mana teknologi digital yang akan digunakan adalah sistem siaran Digital Video Broadcasting Terrestrial (DVB-T).
Siaran DVB-T mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan siaran TV analog. Keunggulan tersebut meliputi tahan terhadap efek interferensi, kualitas gambar yang lebih baik, tidak ada noise (bintik-bintik, semut), bayangan atau “ghost”, interaktif, EPG (Electronic Program Guide) yang menampilkan jadwal acara sampai beberapa hari ke depan, serta penerimaan yang lebih jelas pada saat bergerak (mobile).
Direktur Jenderal SKDI (Sistem Komunikasi dan Diseminasi Informasi) Depkominfo, Freddy H Tulung, mengatakan, pihaknya menyambut baik inisiatif yang diambil Polytron untuk mendukung program digitalisasi televisi.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More