FEEDJIT Live Traffic Map

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 04 Februari 2010

Lampu penerangan

disalin dari mulyantogoblog.wordpress.com

Gemes dengan LHE yang umurnya 1 bulan, saya coba ngoprek LHE yang mati. LHE yang mati bisa dipakai lagi asal yang mati neon-nya, bukan rangkaian elektriknya. Neon yang mati bisa diganti dengan neon biasa 10 watt. Sebenarnya harapan hidup LHE yang 5 ribuan memang cuman 3 bulan. Karena LHE yang mahal, yang 20 – 30 ribuan (10 – 20 watt) pun hanya memberikan garansi 1 tahun.

1. Buka casing LHE, congkel dengan obeng :
lhe01

2. Copot neon yang mati, ada 4 port/titik yaitu P1, P2, P3, dan P4.
lhe02

3. Solder dengan kabel untuk sambungan dengan neon 10 watt.

lhe03

lhe04
lhe05

Rangkaian elektrik dan casing untuk neon sebenarnya juga tersedia, harganya 14 ribu untuk 10 watt. Nyala neon elektrik oprekan ini memang tidak seterang neon yang menggunakan trafo, tapi lebih terang dari LHE asli (untuk watt yang sama). Dan neon elektrik oprekan ini mudah/langsung menyala. Saya sudah mencoba 2 buah, yang pertama menggunakan LHE mati 5 watt, yang kedua menggunakan LHE mati 15 watt. Keduanya diganti dengan neon phillips 10 watt yang harganya 6 ribu perak. Nyala keduanya sama terangnya.

Lampu Darurat

disalin dari mulyantogoblog.wordpress.com


Entah sudah berapa kali, saat saya sedang bekerja dikantor dimalam hari, istri telepon ” mas listrik mati, lilin habis.. takut ” . Akhirnya saya putuskan membuat sistem lampu(listrik) darurat. Dengan mengandalkan accu mobil bekas, saya buat sistem lampu(listrik) darurat yang :

1. Otomatis men-charge accu jika setrum accu kurang.
2. Otomatis menyalakan lampu jika listrik mati.

Saya pergi ke toko TULUS di Jaya plaza menanyakan apakah ada rangkaian tersebut. Ternyata ada, kit ini berkode TL-505 seharga Rp 48 ribu (tanpa trafo, harga travo 1 A Rp 20 ribu). Tinggal rakit dan solder saja. Sebenarnya lampu darurat yang sudah ada juga ada, tinggal pakai saja. Yang memakai TL bundar 22 watt harganya 95 ribu, yang memakai TL 2 x 10 watt harganya 105 ribu. Tapi kelemahannya :

1. Batere/accu dicharge manual, nyala-nya juga tida otomatis.
2. Umur nyala-nya juga pendek, mungkin 1-2 jam saja
3. Tidak bisa dikembangkan jadi suatu sistem/jarungan darurat, misalnya dihubungkan dengan inverter.

Berikut gambar rangkaiannya :
rangkaian-tl-5054
Download gambar rangkaian
Dan daftar komponennya :
R1 2.2 K
R2,4,7 1 K
R3,12 270
R5 220 K
R6 47 K
R9 1 OHM 5 WATT
R10 2X 120
R11 820
R13 47 OHM 2 WATT
R14 10 K
VR (TRIMPOT) 5 K
C1 220uF 16 V
C2,4 0.1uF 100 V
C3 100uF 25 V
C5 470uF 16 V
TR C1061
SCR1,2,3 EC103D/C-203
SCR4 T-103
D1 1N5402
D2,4,7 1N4148
D3 LED
D5 1N4002
D6 ZD 6V2
T1 SEKUNDER 0-15 V 1A
T2 T-20
RELAY 12 V
kit-tl-505
Semua komponen tersedia dimana-mana, kecuali T2 (T-20) sepertinya hanya tersedia di TULUS Bandung. Saya tidak tahu tentang spesifikasi T2 ini. Jadi kalau anda tidak bisa membeli T2 atau membuatnya, sebaiknya tidak usah pakai rangkaian TL DC ini. Ganti saja dengan rangkaian LED ultra bright (super). Rangkaian ini merupakan rangkaian LED diseri R (470 ohm – 1 K).Buatlah beberapa rangkaian LED-R ini kemudian diparallel. Sebaiknya jangan menggunakan rangkaian seri LED, karena jika tegangan accu jatuh hingga 7 volt maka 3 buah LED yang diseri akan menyala sangat redup. LED
Untuk menghitung berapa tepatnya nilai R yang dibutuhkan untuk rangkaian seri/parallel silahkan gunakan kalkulator di :
http://www.superbrightleds.com/led_info.htm
Akhirnya rangkaian saya modifikasi, ternyata neon-nya menyedot arus cukup besar 600-700 mA !. Akhirnya saya modifikasi untuk pilihan auto, hanya rangkaian LED-R saja yang menyala. 4 buah LED-R sudah menyamai lampu pijar 5 watt, dengan konsumsi arus 50 – 100 mA . Cukup untuk penerangan tidur, bukan untuk baca-tulis.
Untuk membuat rangkaian LED bisa pakai wizard di http://led.linear1.org/led.wiz .
Contoh untuk LED 3 buah :
led3-smal
led3-smal image copyright © 2001-2004 Rob ‘linear’ Arnold
Contoh untuk LED 8 buah :
led8-small
led8-small image copyright © 2001-2004 Rob ‘linear’ Arnold
UPDATED
Sistem listrik darurat ini sekarang sudah terintegrasi dengan sistem alarm. 2 buah alarm yang memindai tubuh manusia disupply oleh sistem ini. Oh yah, lampu darurat ini juga sudah dikembangkan yang terdiri dari 16 LED menerangi ruang tengah/dapur, 10 LED menerangi kamar. Lampu2 ini otomatis menyala begitu listrik mati, dan accu tidak pernah habis/mati karena otomatis ter-charge selalu.

Antenna yagi uhf tv

disalin dari mulyantogoblog.wordpress.com

Karena banyaknya permintaan desain antena TV UHF untuk jarak jauh. Saya buatkan desain antenna Yagi dengan menggunakan boom kayu kaso 5 cm x 5 cm dan elemen 7 mm.
Spesifikasi Antenna:
- 700 MHz, 19 elemen, gain estimasi 15.049 dB
- Horizontal beamwidth 26.7 derajat
- Vertical beamwidth 27.5 derajat
- Semua elemen menggunakan pipa aluminium 7 mm
- Toleransi panjang tiap elemen adalah 1.3 mm
- Jarak stack horizontal 817.9 mm
- Jarak stack vertikal 795.6 mm
Dimensi Antenna
Jarak Kumulatif (mm) Elemen Panjang Elemen (mm)
0 REFLEKTOR 206.73
85.66 DRIVER 201.28
117.78 DIRECTOR 1 178.09
194.87 DIRECTOR 2 175.41
286.94 DIRECTOR 3 172.61
394.01 DIRECTOR 4 170.02
513.93 DIRECTOR 5 167.76
642.41 DIRECTOR 6 165.82
777.32 DIRECTOR 7 164.15
918.65 DIRECTOR 8 162.69
1066.41 DIRECTOR 9 161.39
1220.59 DIRECTOR 10 160.23
1381.19 DIRECTOR 11 159.18
1548.22 DIRECTOR 12 158.22
1719.53 DIRECTOR 13 157.34
1890.84 DIRECTOR 14 156.52
2062.15 DIRECTOR 15 155.76
2233.46 DIRECTOR 16 155.05
2404.77 DIRECTOR 17 154.38
untuk perubahan desain atau kalau mau membuat sendiri, silahkan ngoprek di :
http://www.dxzone.com/cgi-bin/dir/jump2.cgi?ID=11183
Beberapa free software untuk desain yagi :
http://xoomer.alice.it/ham-radio-manuals/ydv21.zip
http://www.iw5edi.com/ham-radio/files/antmaker.zip

Merancang Antenna


Kinerja antenna TV luar yang terpasang selama ini tidak memuaskan. Ada kelemahan di penerimaan TransTV, Indosiar, RCTI dan TPI. Bambu antenna harus diputar-putar agar salah satu atau beberapa stasiun itu dapat diterima dengan clear. Apalagi kalau ada angin luar yang kencang, muter-muter sendiri deh antennanya.
Akhirnya hari minggu kemarin saya buat antenna sendiri. Spesifikasinya :
- Ukuran tidak terlalu besar
- Dipasang dibawah genteng
- Hasil gambar memuaskan untuk semua channel (beamwidth lebar, bandwith lebar)
Idealnya sih dipilih frekwensi tengah, kemudian dihitung panjang gelombang. Cari desain antenna atau software antenna. Adjust ukuran antena dengan frekwensi tengahnya, simulasikan model antena dengan software. Potong elemen/driver presisi hingga milimeter :) .
Tapi saya pakai cara katro saja, copy driver antenna komersial. Saya desain antena reflektor sederhana. Elemen-nya hanya ada 2 : Reflektor dan Driver. Reflektor berukuran 35 cm x 50 cm. Reflektornya masih besar, disamping untuk memanfaatkan bahan secara maksimal juga untuk menguji awal kinerja antenna. Driver ini bentuknya seperti dasi kupu-kupu. Jarak antara driver adalah 2 cm. Tidak perlu balun atau transformer :) . Jarak antara reflektor dan driver adalah 11 cm.
Bahannya seng sisa nisplang :) . Anda bisa beli seng nisplang 1 m di toko besi. Potong pakai gunting kertas :D . Tidak usah repot-repot beli/cari gunting seng. Ukuran tidak perlu presisi hingga milimeter. Cukup 2 jam untuk menyelesaikannya. Antenna tetap pakai booster, karena rumah saya di Jatiendah berada di lembah tidak mendapatkan line of sight. Line of sight saya terhalang perumahan Pasir Jati yang lebih tinggi sekitar 6 meteran.
Berikut gambar antenna katro :
Hasilnya semua channel gambarnya jernih, kecuali IMTV rada rusak. MQTV dan PJT sedikit kurang jernih. Lainnya sempurna.
Keuntungan dari antenna ini adalah :
- Bebas angin
- Rangkaian boster awet, tidak kena panas-hujan
- Sebagian besar channel gambarnya jernih dan sempurna. Saya memakai tuner Gadmei, kalau pakai TV beneran, pasti semua channel sempurna.
Sebelumnya saya juga pernah membuat antenna reflektor versi lain. Versi ini reflektornya menggunakan ram/kasa nyamuk. Drivernya 4 buah V driver yang dibuat dari kawat las kuningan. Hasilnya? Ancur :) .
Berhubung masih ada yang bingung bagaimana cara membuat-nya, saya buat langkah2 pembuatannya :
Langkah membuat antenna:
1. Beli seng nisplang
2. Potong seng untuk reflektornya, pakai gunting kertas juga bisa.
3. Potong seng untuk kupu2-nya.
4. Potong reng untuk dudukan kupu2-nya
5. Potong reng/paralon untuk pegangan/gantungan antenna
6. Paku reng dudukan kupu2 pada reflektor
7. Paku kupu-kupu pada reng
8. paku reng/paralon pada reflektor
9. Pasang kabel pada kupu2, cukup diselipkan antara seng kupu2 dan
reng lalu dipaku
10. Pasang/gantung antena
11. Pasang booster
12. Coba di TV
Reng untuk dudukan driver kupu2 bisa diganti kayu usuk atau lainnya. Atau Dus karton!, kalau pakai dus karton berarti tidak menggunakan paku, tapi lem.
Perhatian : koneksi kabel ke driver harus kencang, kalau bisa disolder. Koneksi yang tidak kencang mengakibatkan gambar semutan. Jangan lupa atur trimpot GAIN pada booster. Trimpot gain ini juga berpengaruh pada kejernihan/kekuatan sinyal, trimpot TIDAK mesti pada posisi maksimum gain.
Untuk yang membutuhkan desain yagi high gain, silahkan baca :
Sumbangan dari Nikko (nikko@yahoo.com):
Dah jadi nih mas mul hehheh bikinnya express 45menit berdua kk
Hasilnya jauuuh lebih bagus dari antena jadul model V
Reflector pake kardus plastik berlapis Aluminium Foil
Driver pake bekas kaleng Biskuit
Hasilnya:

nikko2r2uf08
nikko33ac4es
Thnks mas Mul……
Pengalaman Teman
Minggu lalu saya chatting dengan teman saya yang sarjana elektro jurusan telekomunikasi PTN Terkemuka di ITB. Tentu saja dia banyak belajar tentang antenna di kuliahnya. Berikut hasil chat saya (ME) dengan teman (IJ), semoga bermanfaat untuk anda:
(12:13:05 PM) ME: piye antenane? uwis nggawe tah?
(12:13:33 PM) IJ: uwis
(12:13:33 PM) IJ: mantep
(12:13:38 PM) IJ: gampang, hasile apik
(12:13:49 PM) IJ: padahal aku cuma driver doang
(12:13:58 PM) IJ: sbg reflektor aku pake dinding
(12:14:00 PM) ME: nganggo tiang opo ngisor genteng
(12:14:25 PM) IJ: diluar rumah
(12:14:32 PM) ME: di foto rek, engko tak pasang nang blog
(12:14:32 PM) IJ: kupaku ke dinding dulu
(12:14:35 PM) IJ: iseng2
(12:14:41 PM) IJ: hasile mantep
(12:14:47 PM) ME: nganggo seng?
(12:14:49 PM) IJ: akan aku turunkan ke kamar dulu
(12:15:11 PM) IJ: coba2 lagi
(12:15:37 PM) IJ: pake tembaga sisa2 maenan
(12:15:50 PM) ME: wah yah mantep
(12:15:56 PM) IJ: mo kucoba pake alum foil
(12:16:24 PM) IJ: kali2 hasilnya tetep bagus
(12:16:38 PM) IJ: karena tembaga, ya aku cuma bikin drivernya doang
(12:16:40 PM) ME: yoi
(12:16:43 PM) IJ: reflektornya pake tembok
(12:17:04 PM) IJ: jadi kuatur2 jarak driven itu ke temboknya
(12:17:11 PM) IJ: untuk mencapai hasil max
(12:17:16 PM) IJ: keren coy hasilnya
(12:17:28 PM) IJ: incredible
(12:17:30 PM) ME: wah… wah… ketemu brapa jarak ?
(12:17:54 PM) IJ: waduh…mengko tak ukur meneh yo
(12:18:03 PM) ME: oke
(12:18:18 PM) IJ: dibawah 20 cm
(12:18:43 PM) IJ: pas-e durung diukur
(12:19:05 PM) IJ: hehe…padahal iku wis nyalahi 2 aturan
(12:19:17 PM) ME: opo kuwi?
(12:19:23 PM) IJ: aturan 1. gak pake balun
(12:19:29 PM) ME: hahahahaha
(12:19:52 PM) IJ: aturan 2. gak pake matching impedance
(12:19:55 PM) IJ: kan antena kupu2 kuwi balance
(12:19:59 PM) ME: hahahahhaa
(12:20:03 PM) ME: iyo
(12:20:14 PM) IJ: sedangkan feederku 50 ohm unbalance
(12:20:42 PM) IJ: kalo dipole ngono kan 75 ohm
(12:20:47 PM) ME: cobanen nganggo balon / matching impedance… malah iso dadi elek
(12:21:21 PM) ME: kupu2 balance, impedansi diatur lewat jarak antar sayap
(12:22:36 PM) IJ: jadi output antena iku teoretis kan 75 ohm balance
(12:23:34 PM) ME: iyo
(12:25:15 PM) IJ: sedangkan kabelku 50 ohm unbalance
(12:25:15 PM) IJ: hihihihi
(12:25:15 PM) IJ: sikat bleh
(12:25:16 PM) IJ: embuh piye teorine, sing penting hasile apik
(12:25:16 PM) IJ: lek kakean ngitung malah mumet
(12:25:16 PM) IJ: :d
(12:25:44 PM) ME: malah mumet.. ora dadi2
(12:26:55 PM) IJ: eh mul, kon oleh jarak antar sayap 2cm itu dapet dari mana?
(12:27:14 PM) IJ: aku blm sempet coba2 atur jarak sayp
(12:27:22 PM) IJ: masih fix di sekitar 2cm
(12:28:02 PM) ME: iku ngawur wae kok, ra ngitung

Baiklah saya tulis kembali hal-hal yang menyebabkan penerimaan gambar buruk :
1. koneksi kabel ke driver harus kencang, kalau bisa disolder. Koneksi yang tidak kencang mengakibatkan gambar semutan.
2. Koneksi/pemasangan kabel pada konektor/jack juga harus benar dan kencang.
3. Kualitas kabel antenna.
4. Jangan lupa atur trimpot GAIN pada booster. Trimpot gain ini juga berpengaruh pada kejernihan/kekuatan sinyal, trimpot TIDAK mesti pada posisi maksimum gain. Pastikan anda tidak menggunakan booster abal-abal.
5. Posisi dan ketinggian, geser setengah meter saja bisa beda banget hasilnya.
6. Arah antenna, antena kupu-kupu ini bukan antenna segala arah (omnidirectional), tetap harus pada arah yang tepat.

Rabu, 03 Februari 2010

Antenna Parabola

disalin dari >>> iguidepost.blogspot.com

Bagaimana cara memasang antena parabola dengan cara yang baik dan benar? Agar frekuensi sinyal yang kita dapatkan untuk menonton siaran TV atau sebagai peralatan interface internet dengan menggunakan antena parabola baik? Berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan pada saat pemasangan antena parabola tersebut :
1. Posisi Parabola :
Letakkan parabola di bidang ( tempat terbuka ) tidak ada halangan ke langit bebas ( bebas dari rintangan seperti : pepohonan, gedung, dll ) serta datar. Untuk menentukan kedatarannya, bisa dengan cara menuang air ke baskom. Bila air penuh tepat lurus di bibir baskom berarti bidang cukup datar terhadap bumi. Bila posisinya miring, gunakan papan yang diganjal untuk mendapatkan bidang yang datar.

2. Penentuan Posisi Parabola :
Buatlah garis vertikal dan horizontal pada parabola untuk membantu penentuan posisinya. Titik temu garis ini harus berada tepat di dasar parabola ( gunakan gundu, tempat di mana gundu diam itulah titik dasar parabola ). Setelah digaris, berikan penanda empat arah mata angin seperti gambar berikut:

kompas.jpg
Arahkan piringan parabola ke arah mata angin menggunakan kompas yang diletakkan di dasar parabola ( yaitu titik pertemuan garis vertikal dan garis horizontal tersebut). Atur agar keempat arah mata angin itu sesuai dengan yang ditunjukkan di kompas.
3. Pemasangan LNBF :
Pasanglah LNBF pada bracket yang disediakan LNBF pada parabola. Untuk menentukan tinggi bracket yang tepat, bisa dengan cara menggunakan rumus berikut :

rumus.jpg
4. Pengaturan Sinyal :
Jika antena parabola sudah terpasang ( termasuk kabel-kabel konektornya ), kemudian aturlah agar sinyal diterima sebesar mungkin dengan mengkoreksi dudukan ( posisi ) piringan parabola. Kekuatan sinyal yang diperlukan >= 60% dan kualitas >= 70% dengan indikator warna hijau pada receiver yang artinya sudah cukup stabil menerima sinyal. Pada STB, gambar akan tampak baik bila sinyal ada di atas 60%, kualitas di atas 70% dan bar persentase menunjukkan warna hijau ( bisa berbeda di tiap STB ).

Untuk lebih jelasnya trik dan tips memasang antena parabola ini, bisa referensi ke situs ini dan search dengan Google aja dech. Semoga bermanfaat! ;)
5. siaran tv online
keuntungan mengunnakan antena parabola adalah kita dapat memperoleh siaran tv online dari setiap negara, sehingga memudahkan dan membuat waktu kita lebih hemat.
Sebelum memutuskan untuk membeli 1 set peralatan antena parabola, sebaiknya kita pikirkan dulu kebutuhan kita dalam “menonton” sampai dimana. Apakah kita hanya perlu menonton televisi gratis atau FTA (Free to Air) saja, atau kita berencana untuk sekaligus berlangganan televisi berbayar atau PayTV misalnya Astro, Indovision, dan Telkomvision.
Perhatikan betul-betul kebutuhan kita dalam siaran TV / menonton tv tersebut. Sehingga kita bisa menentukan jenis peralatan yang sesuai.
Peralatan parabola dalam 1 set adalah: Dish (Antena Parabola), LNB (Low Noise Block Converter), Kabel Coaxial (menghubungkan LNB ke Receiver), Receiver (selanjutnya kita sebut saja dengan Rx), dan yang terakhir adalah televisi tentunya (yang ini pasti udah siap sebelumnya).
Dish, atau cukup kita sebut dengan parabola terdiri dari 2 (dua) jenis yaitu Dish Mesh dan Dish Solid. Dish mesh bentuk reflektornya adalah “jaring-jaring”, sedangkan dish solid reflektornya terbuat dari logam tanpa lobang atau sepenuhnya logam. Besar atau kecilnya dish sangat berpengaruh dalam menentukan penerimaan signal televisi satelit. Samakin besar semakin bagus. Jika anda berada di daerah dengan “beam” sinyal satelit yang kuat, dish dengan diameter 6 ft bentuk jaring saja sudah cukup. Tetapi jika anda berada di daerah yang jauh dari beam atau bahkan kadang-kadang “di luar” (Satellite Yamal 202 misalnya), sebuah dish besar akan sangat menentukan dalam menangkap sinyal yang dipancarkan satelit ini (sangat bagus lagi jika dalam bentuk solid).


source : http://devry.wordpress.com

Antenna

disalin dari Mulyantogoblog.wordpress.com

Download new-antenna-designs-for-dtv-implementation.pdf
Gambar-gambar dibawah ini adalah hasil mengcopy dari suatu forum, sayangya artikel di forum itu sudah tidak ada lagi. Dan entah kenapa file html-nya yang sudah disimpan juga kosong. Hanya tersisa gambar-gambar berikut :










Rumit yah?
Coba yang ini http://mulyantogoblog.wordpress.com/2008/05/13/membuat-antenna-tv/

Digital tv

disalin dari kaskus.us

Siaran televisi digital Indonesia sudah bisa dinikmati konsumen atau sesuai target semula yang akan diujicobakan pada Maret 2009 di kawasan Jabodetabek.
“Era TV digital sudah di ambang pintu, mari kita menyambutnya menjadikannya sebagai pemicu yang baik,” kata Direktur PT Konsorsium Televisi Digital Indonesia (KTDI), Supeno Lembang, di Jakarta, Selasa (3/3).
Pihaknya yang merupakan konsorsium hasil kerja sama antar-enam televisi nasional Indonesia yaitu ANTV, MetroTV, SCTV, Trans7, TV7, dan TVOne mengundang PT Hartono Istana Teknologi pemilik merek dagang Polytron untuk turut menyosialisasikan dan menyebarkan TV digital.
PT Hartono Istana Teknologi selaku produsen eletronik dalam negeri telah memproduksi rangkaian produk inovatif berupa TV Digital Polytron dan Polytron Set Top Box untuk mendukung hal itu. Televisi digital Polytron merupakan sebuah televisi yang telah menyisipkan teknologi digital ke dalamnya untuk menerima siaran televisi DVB-T tanpa perlu menggunakan perangkat tambahan lagi.
Sedangkan Polytron Set Top Box adalah sebuah perangkat tambahan untuk menerima sinyal digital yang dipancarkan oleh sistem DVB-T yang kemudian diubah ke dalam sinyal analog agar dapat ditampilkan pada monitor TV analog.
Siaran televisi digital atau penyiaran digital sendiri merupakan jenis siaran televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal video, audio, dan data ke pesawat televisi.
Televisi digital dikembangkan karena perubahan lingkungan eksternal, yaitu pasar TV analog sudah jenuh dan karena adanya kompetisi dengan sistem penyiaran satelit dan kabel. Di Indonesia, penerapan sistem siaran televisi digital telah diatur sejak pemerintah menerbitkan keputusan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No.27/P/M.Kominfo/8/2008 tentang uji coba lapangan penyelenggaraan siaran televisi digital. Di mana teknologi digital yang akan digunakan adalah sistem siaran Digital Video Broadcasting Terrestrial (DVB-T).
Siaran DVB-T mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan siaran TV analog. Keunggulan tersebut meliputi tahan terhadap efek interferensi, kualitas gambar yang lebih baik, tidak ada noise (bintik-bintik, semut), bayangan atau “ghost”, interaktif, EPG (Electronic Program Guide) yang menampilkan jadwal acara sampai beberapa hari ke depan, serta penerimaan yang lebih jelas pada saat bergerak (mobile).
Direktur Jenderal SKDI (Sistem Komunikasi dan Diseminasi Informasi) Depkominfo, Freddy H Tulung, mengatakan, pihaknya menyambut baik inisiatif yang diambil Polytron untuk mendukung program digitalisasi televisi.

Matematika

disalin dari Lumajang.net


oleh : Anthony Dio Martin - Managing Director HR Excellency

?Dua narapidana melihat ke luar jendela penjara. Satu melihat indahnya bintang-bintang. Satunya lagi melihat lumpur menjijikkan.?

-Anthony de Mello-

Masih ingat pelajaran matematika sederhana yang kita pelajari di sekolah dasar. Bisa jadi inilah yang sekarang kita ajarkan pada adik, anak, atau keponakan kita yang masih di TK ataupun SD. Pelajaran yang saya maksudkan adalah operasional hitung, penjumlahan, dan pengurangan.

Ingatlah kembali pelajaran operasional hitung ?tambah? dan ?kurang? tersebut. Apakah yang bisa kita pelajari dan apa hubungannya dengan kesuksesan hidup kita. Jawabannya pun sederhana.

Perhatikan, bentuk operasi hitung ?penjumlahan? atau simbol ?tambah? yang kita letakkan di setiap angka. Bagaimanakah hasil akhirnya? Hasil akhirnya selalu berubah menjadi angka yang lebih baik atau lebih tinggi nilainya. Jika dijumlahkan dengan angka yang positif, baik angka itu angka plus maupun minus, maka nilainya menjadi lebih baik.

Sebaliknya, jika suatu angka dikurangi atau diberi operasional hitung ?kurang? maka berapa pun angkanya, akan menjadi lebih kecil nilainya. Anda pasti sudah mengenal sistem operasional hitung ini dengan tanpa perlu bersusah payah. Tapi, apa artinya ini dalam kehidupan sukses kita.

Dalam sukses kita, saya membayangkan di dalam diri setiap orang bisa punya kebiasaan ?mengurangi? atau kebiasaan ?menjumlah?, yang saya sebut pribadi ?plus? atau pribadi ?minus?. Perhatikanlah perbedaan yang dihasilkan pribadi plus maupun minus ini. Bagi pribadi ?minus?, segala kondisi akan menjadi semakin buruk. Bahkan dengan sikapnya, dia membuat situasi atau pun kondisi menjadi bertambah buruk dengan sikapnya. Emosinya serta aura pada dirinya pun cenderung negatif.

Itulah sebabnya dia memperburuk suasana yang ada. Misalkan saja, seorang manager dengan keluarganya sedang menyetir keluar kota untuk liburan. Ketika tepat di pintu bayar tol, mobilnya mogok. Akhirnya, dengan kesal, si manajer ini keluar dari mobilnya. Sambil marah-marah, dia tendang mobilnya. Keras sekali sehingga kakinya lebam. Setelah itu, saat ditarik mobil derek untuk diperbaiki, dia marah-marah. Istri dan anak-anaknya pun jadi ikutan ?bete? lantaran terpengaruh sikap si manajer ini. Akhirnya, liburan pun batal. Padahal mobilnya bisa diperbaiki dengan cepat.

Sementara di sisi lain, ada orang yang mempunyai mentalitas ?plus? yang bisa membuat kondisi yang ada menjadi lebih baik. Meskipun dia tidak bisa mengubah keadaan 100% menjadi lebih baik namun sikapnya bisa membuat suasana tidak menjadi semakin lebih buruk.

Misalkan pada contoh si manager yang mobilnya mogok di atas. Dia merasakan jengkelnya tapi dengan cepat bisa berpikir pula, ?Untung juga. Mogoknya pas di pintu bayar tol. Coba kalau pas di luar kota atau di tengah jalan?. Akhirnya, dengan mobil derek, mobilnya bisa segera dibawa ke bengkel terdekat. Bisa diperbaiki lalu dengan segera, mereka bisa menikmati liburannya.

Lihat, betapa menyenangkannya kalau kita mempunyai mental ?plus? ini. Segala sesuatu tidak menjadi bertambah parah atau memburuk. Minimal, sikap semacam ini dengan cepat akan mengembalikan kondisi yang buruk menjadi normal ke keadaan semula. Dan dengan sikap ini, dia tidak melihat sesuatu dengan emosi-emosi yang negatif seperti marah-marah, kesal, maupun jengkel.

Salah satu contoh ini pernah diperlihatkan oleh Thomas Alva Edison sewaktu menyaksikan laboratorium eksperimennya habis terbakar. Dia menyaksikan api yang masih merah menyala lalu berkata, ?Iya. Ada gunanya juga semuanya terbakar. Jadi ada kesempatan buat saya untuk memulai lagi semua pemikiran dan ide yang macet, dari awal lagi!?

Dalam hal ini, Thomas Alva Edison mengajarkan pada kita. Ada sesuatu yang tidak bisa diperbaiki lagi, yakni lab yang terbakar. Namun, dia juga mengajarkan kita bahwa sikap maupun cara kita bertindak bisa membuat situasi dan keadaan menjadi tidak lebih buruk, malah menjadi lebih baik hasilnya.

Pecundang ..

Di sisi lain, pelajaran dasar operasional hitung juga mengajarkan kepada kita satu hal yang sederhana. Jika angka berapa pun, tetapi dijumlahkan dengan angka minus maka hasil akhirnya akan menjadi semakin minus. Bayangkanlah hal ini dalam hidup kita di mana kita sering bertemu dan bergaul dengan orang-orang ?pecundang? dan selalu bermental negatif. Apakah yang terjadi? Lama-kelamaan diri dan kondisi diri kita juga terpengaruh jadi negatif.

Bayangkanlah seorang salesman yang sebenarnya cukup antusias dan semangat, tetapi setiap pagi dia selalu ngopi dan ngrumpi dengan teman-temannya yang selalu mengajarkan padanya, ?Kondisi lagi susah?, ?Gini lho caranya mengambil keuntungan perusahaan buat diri sendiri?, ?Begini caranya ngobyek di luar dengan fasilitas kantor!?. Apa yang akan terjadi kalau selama setahun dia diajarkan seperti itu? Lama-kelamaan mentalnya bisa ikut-ikutan menjadi rusak juga.

Karena itulah, maka operasional hitung juga memberikan tipsnya kepada kita. Caranya? Ingatlah dengan prinsip kalau kita mengurangi bilangan apapun dengan angka-angka yang minus (misalkan: X - (-Y) ) maka hasilnya akan lebih positif. Apa artinya? Sederhana saja. Kalau kita bisa mengurangkan orang-orang minus dari kehidupan kita, maka kita bisa menciptakan kondisi dan situasi yang lebih positif.

Nah, yang jadi pertanyaan kita adalah siapakah orang-orang yang negatif, berpikir minus dan jelek pengaruhnya dalam kehidupan kita. Kurangilah kesempatan kita berinterkasi ataupun jauhilah orang-orang seperti itu dari kehidupan kita, supaya kita tetap positif menyongsong impian dan cita-cita kita.

Demikianlah. Semoga pelajaran kita dari matematika yang amat sederhana ini membuat kita lebih sadar dan membuat kita semakin sukses dengan impian dan cita-cita kita.

-Michael Ballack Ltd.-

Internet Tools

disalin dari Lumajang.org

Bagi seorang hacker, cracker, phreaker,carder atau siapapun mereka yang dicap sebagai bandit cyber, tool adalah sesuatu yang sangat penting artinya. Dan selain penting mereka juga menganggapnya sebagai senjata yang bernilai tinggi karena manfaatnya yang cukup besar. Itulah sebabnya mengapa mereka begitu rajin meluangkan waktu untuk mencarinya kesejumlah situs hacker yang bertebaran diinternet. Bahkan bila perlu CD softwarenya pun harus dibeli meski dana yang tersedia tidak memadai.
Menurut saya, apa yang mereka lakukan itu dan mereka menganggapnya begitu penting adalah hal yang wajar, karena kita tahu bahwa betapapun hebatnya mereka, mereka tetap membutuhkan beberapa tool agar bisa sukses melancarkan aksinya. Inilah salah satu alasan mengapa saya selalu mengatakan kepada semua orang bahwa akan salah besar bila kita menganggap mereka (para hacker/cracker) tidak membutuhkan beberapa tool pada saat akan menyusup atau membobol sistem keamanan komputer orang lain. Karena, jangankan hacker, cracker, phreaker atau carder, seorang flooder sekalipun pasti akan membutuhkan tool untuk melakukan aksinya. Hacking tanpa tool adalah nonsense!

Agar anda tidak salah mengartikan kata “tool”, yang dimaksud disini tentu bukanlah sejenis obeng, tang, kunci shock, linggis atau kunci letter T, yang biasanya dipakai oleh garong pada waktu beraksi. Melainkan, sebuah program siap pakai dimana sebagian besar source code atau listing programnya memiliki perintah dan fungsi untuk menelisik kesalahan/kelemahan (bugs) pada mesin atau sistem /software komputer yang dipakai orang lain, termasuk komputer kita sendiri. Dalam hal ini ukuran file dan kecanggihan suatu program tentu tidak menjadi patokan agar layak disebut tool. Yang penting, selama dia mampu memberikan bantuan, meskipun hanya dalam bentuk informasi kecil, maka dia sudah layak disebut “tool”. Kira-kira seperti itulah pengertian, fungsi dan manfaat tool dalam terminologi hacking.
Setelah sekian lama berselancar diinternet, saya yakin anda pasti sudah sering menemukan sejumlah tool yang dideskripsikan sebagai alat bantu hacking, baik itu dalam bentuk file executable, code, script, source code atau file-file dalam bentuk format lainnya. Namun karena jumlahnya yang begitu banyak dan sangat beragam, seringkali anda dibuat kecewa karena ternyata tidak sesuai dengan seperti yang kita inginkan. Oleh karena itu dalam artikel ini saya memperkenalkan sebuah tool multifungsi yang dibuat oleh sdr. Ahmadi. Nama tool tersebut adalah NET TOOLS, singkatan dari Internet Tools. Alasan saya merekomendasikan tools ini untuk anda pakai, karena selain memiliki banyak fungsi dan bersifat up to date ( sesuai dengan kebutuhan hacking saat ini), tool ini juga bisa dimanfaatkan oleh siapa saja yang bertugas sebagai pengelola jaringan (network administrator).
Nah Jika anda berminat silahkan download di sini


Avo meter

disalin dari

AVO meter sangat penting fungsinya dalam setiap pekerjaan elektronika karena dapat membantu menyelesaikan pekerjaan dengan mudah dan cepat,tetapi sebelum mempergunakannya,para pemakai harus mengenal terlebih dahulu jenis-jenis AVO meter dan bagaimana cara menggunakannya agar tidak terjadi salah pakai dan akan merusak AVO meter tersebut.


Berdasarkan prinsip kerjanya ada dua jenis AVO meter yaitu:
1.  AVO meter Digital
2.  AVO meter Analog/Moving coil


Kedua jenis ini tentu saja berbeda satu dengan lainnya,tetapi ada beberapa kesamaan dalam hal operasionalnya,misal sumber tenaga yang dibutuhkan berupa baterai DC dan Probe/kabel penyidik warna merah dan hitam.


Pada AVO meter Digital hasil Pengukuran dapat terbaca langsung berupa angka-angka (Digit) sedangkan AVO meter analog tampilannya menggunakan pergerakan jarum untuk menunjukan skala,sehingga untuk memperoleh hasil ukur,harus dibaca berdasarkan Range atau divinisi,AVO meter analog lebih umum digunakan karena harganya lebih murah dari pada AVO meter Digital,namun ada juga mereka yang memilih AVO meter analog karena kegemaran belaka.


Cara mengukur tegangan DC 
  • Letakan selektor switch (saklar pemilih) pada posisi tegangan DC 
  • Pilih batas ukur (2.5,10,50,250,1000)dimana harus dipilih batas yang sama atau lebih besar dari tegangan yang akan diukur,misalkan tegangan yang akan diukur 12v maka batas ukur yang harus dipilih adalah 50.
  • Tidak boleh memilih batas ukur yang lebih kecil,karena jarum penunjuk akan bergerak melewati batas maksimum dan dapat merusak moving Coil.
  • Sambungkan kabel probe pada sumber tegangan,kabel merah disambungkan pada bagian positif dan kabel hitam disambungkan pada bagian negative,cara pemasangan seperti itu disebut hubungan paralel,Apabila pemasangan kabel polaritasnya terbalik,maka jarum meter akan bergerak kekiri.
  • Baca papan skala sesuai dengan dimana jarum penunjuk berhenti,cara yang paling tepat membaca adalah secara tegak lurus agar tidak terjadi kesalahan baca.
Cara mengukur tegangan AC
  • Letakan selektor switch (saklar pemilih) pada posisi tegangan AC
  • Pilih batas ukur (10,50,250,1000) batas ukur yang dipilih harus yang sama atau lebih besar dari tegangan yang akan diukur,misalkan tegangan yang akan diukur 220v maka batas ukur yang harus dipilih adalah 250,tidak boleh memilih batas yang lebih kecil karena jarum penunjuk akan bergerak melewati batas maksimum dan akan merusak moving Coil.
  • Sambungkan kabel probe pada sumber tegangan secara paralel,untuk tegangan AC kabel merah dan hitam dapat bebas disambungkan pada sumber tegangan karena tegangan AC tidak mempunyai Polaritas (+/-).
  • Baca papan skala sesuai dengan dimana jarum penunjuk berhenti,cara yang paling tepat membaca adalah secara tegak lurus agar tidak terjadi kesalahan baca.

Cara mengukur arus DC

Cara mengukur arus agak berbeda dengan mengukur tegangan,dimana rangkaian untuk mengukur arus dipasang dengan cara serie dengan beban,beban dapat berupa resistor,lampu atau lainnya.



  • Atur selektor switch (saklar pemilih) pada posis Arus DC
  • Atur posisi selektor pada batas ukur yang lebih tinggi dari arus yang akan diukur,batas ukur dapat dipilih yang paling tinggi agar tidak merusak AVO meter,pengaruh pemilihan batas ukur yang terlalu jauh dari arus yang akan diukur hanya mengakibatkan pembacaan yang kurang akurat.
  • Hubungkan kabel secara serie dengan beban,beban dapat di serie pada kabel negative atau pada kabel positive,Apabila pemasangan kabel polaritasnya terbalik,maka jarum meter akan bergerak ke kiri.
  • Baca penunjukan arus pada papan skala arus DC sesuai posisi jarum.


Cara mengukur Resistansi 

Gunanya mengukur resisitansi adalah untuk mengetahui kondisi suatu komponen dalam keadaan rusak atau baik,serta untuk menentukan berapakah nilai resistansinya,Misalkan sebuah resistor mempunyai kode warna coklat,hitam,merah dan toleransinya adalah emas,Artinya resistor tersebut mempunyai nilai 1000 ohm dengan toleransi 5%,maksudnya resistor tersebut masih dikatakan baik bila setelah diukur nilainya masih diantara  kurang atau lebih 5% dari 1000,atau antara 950 sampai 1050 ohm.
  • Atur selektor switch pada posisi ohm
  • pilih batas ukur (range) apakah: x1,x10,x100,atau x1K (sesuaikan dengan nilai resistor)
  • Terlebih dahulu hubung singkat kabel penyidik agar jarum meter bergerak kearah kanan dan dapat diatur supaya menunjukan pada skala maksimum dengan memutar tombol Zero adjust,maksudnya agar pembacaan meter dapat/sesuai dengan skala dan range yang dipakai.
  • mulailah mengukur resistor dengan menghubungkan kabel penyidik pada kedua kaki resistor secara paralel,dengan mengabaikan warna kabel....
  • Baca papan skala sesuai dimana jarum meter berhenti,dan kalikan pembacaan dengan batas ukur,Misalnya jarum menunjukkan pada skala 10 dan batas ukur menggunakan x100 maka nilai resistor tersebut adalah 1000 ohm

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More